Indonesia Masuk Musim Kemarau Basah, BMKG Beberkan Prediksinya

- Redaksi

Senin, 9 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

LintasDaerah.id – Saat ini seharusnya Indonesia tengah masuk musim kemarau. Namun, ternyata hujan masih sering turun di banyak daerah di Indonesia. Nah, kondisi inilah yang disebut kemarau basah.

Apa itu kemarau basah? Yuk, simak penjelasan lengkapnya dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).

Kemarau basah adalah kondisi musim kemarau yang tetap diguyur hujan. Padahal, seharusnya di musim kemarau hujan sangat jarang terjadi. Saat kemarau basah, hujan bisa turun cukup sering dengan intensitas sedang hingga tinggi.

BMKG menyebut, kemarau basah sebagai fenomena anomali cuaca, karena tidak sesuai dengan pola musim kemarau pada umumnya.

Terjadinya kemarau basah disebabkan berbagai faktor yang dipengaruhi dari kondisi cuaca global dan regional.

Beberapa pemicu kemarau basah di antaranya La Nina, gangguan cuaca di atmosfer hingga suhu laut hangat dan IOD negatif.

La Nina terjadi saat suhu air laut di Samudera Pasifik lebih dingin, sehingga udara lembap bergerak ke Indonesia dan memicu hujan.

Sedangkan gangguan cuaca dari atmosfer bisa berupa MJO (Madden-Julian Oscillation), gelombang Kelvin, dan Rossby. Ketiganya menyebabkan terbentuknya awan sehingga hujan tetap turun meskipun sedang musim kemarau.

Berdasarkan pantauan BMKG, sebagian wilayah Indonesia sejak April hingga Juni 2025 seharusnya intensitas hujan tak banyak. Namun, hujan sering turun meski sudah memasuki musim kemarau.

BMKG memperdiksi, kemarau basah akan berlangsung sampai Agustus atau September 2025.

Fenomena kemarau basah bisa menimbulkan berbagai dampak yang perlu diwaspadai. Satu di antaranya sektor pertanian.

Saat kemarau basah, tanah yang terlalu lembap akibat hujan terus-menerus dapat memicu penyakit tanaman dan meningkatkan risiko gagal panen, terutama untuk tanaman palawija seperti jagung dan kedelai yang membutuhkan kondisi tanah lebih kering.

Selain itu, kemarau basah juga berdampak pada kondisi air. Memang benar, ketersediaan air tetap terjaga karena waduk dan sungai terus terisi.

Namun, hujan yang turun di luar musim bisa menyebabkan genangan bahkan banjir lokal, terutama di daerah dengan sistem drainase buruk atau dataran rendah.

Tak hanya itu, aktivitas harian masyarakat juga ikut terganggu. Cuaca yang sulit diprediksi membuat banyak rencana menjadi berantakan, mulai dari kegiatan di luar rumah, pekerjaan lapangan, hingga aktivitas sosial.

Penting bagi masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dari BMKG dan menyesuaikan kegiatan dengan kondisi di sekitarnya. (*)

Penulis : Apriani Alva

Editor : Nury

Berita Terkait

Razia Lapas Kediri, Petugas Temukan Sajam Rakitan hingga Kartu Remi
Gudang Serbuk Kayu di Mojowarno Jombang Dilalap Api, Kerugian Capai Ratusan Juta
Kediri Siaga Satu! Polres Kediri Resmi Bentuk Tim Anti Begal, Siap Sikat Penjahat Jalanan
RSUD Jombang Kurban 8 Sapi dan 1 Kambing di Idul Adha 2026, Ribuan Bungkus Daging Dibagikan
Dana Bumdesma Ploso Jombang Rp65 Juta per Tahun Jadi Sorotan
Tabrak Lari Sebabkan 3 Pelajar Meninggal di Jombang, Sopir Truk Akhirnya Dibekuk di Jawa Barat
Kasus Dugaan Pemerasan, Oknum PNS dan Ajudan Bupati Jombang Dilaporkan ke Polisi
Mobil Dikendarai Pelajar Tabrak Dua Motor dan Tiang di Jalan Gus Dur Jombang
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:34 WIB

Razia Lapas Kediri, Petugas Temukan Sajam Rakitan hingga Kartu Remi

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:22 WIB

Gudang Serbuk Kayu di Mojowarno Jombang Dilalap Api, Kerugian Capai Ratusan Juta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:10 WIB

Kediri Siaga Satu! Polres Kediri Resmi Bentuk Tim Anti Begal, Siap Sikat Penjahat Jalanan

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:08 WIB

Dana Bumdesma Ploso Jombang Rp65 Juta per Tahun Jadi Sorotan

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:39 WIB

Tabrak Lari Sebabkan 3 Pelajar Meninggal di Jombang, Sopir Truk Akhirnya Dibekuk di Jawa Barat

Berita Terbaru