Penuh Makna, Sejarah Awal Wiwit Kopi di Kampung Adat Segunung Wonosalam Jombang

- Redaksi

Minggu, 15 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi Ritual Wiwit Kopi Kampung Adat Segunung Wonosalam. (Foto: Nury)

Prosesi Ritual Wiwit Kopi Kampung Adat Segunung Wonosalam. (Foto: Nury)

JOMBANG, LintasDaerah.id – Ratusan warga dan pengunjung memadati Kampung Adat Segunung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang untuk mengikuti prosesi Wiwit Kopi 2025, sebuah tradisi yang sarat nilai spiritual dan budaya.

Acara yang digelar di kebun kopi ini menjadi penanda dimulainya musim panen kopi di Kampung Adat Segunung pada hari Sabtu (14/06/2025).

Prosesi dimulai dengan doa bersama di tengah hamparan pohon kopi. Para sesepuh kampung membakar dupa sebagai simbol penyucian, sementara warga dan pengunjung duduk melingkar mengelilingi tumpeng nasi kuning lengkap dengan ayam ingkung, mie goreng, tempe orek, kerawu, dan sambal.

Sesepuh Adat, Sis Kuncoro, membuka ritual Wiwit Kopi dengan merapalkan kalimat-kalimat dalam bahasa Jawa yang kemudian ditutup doa bersama.

Prosesi ini menjadi simbol dimulainya panen kopi yang diwujudkan lewat pemetikan biji merah pertama oleh Sesepuh Adat Kampung Segunung. Camat Wonosalam yang datang juga turut serta memetik biji kopi dalam prosesi ini.

Tak hanya ritual sakral, acara ini juga menjadi ajang kebersamaan. Pengunjung diajak menyantap tumpeng secara lesehan di bawah pohon kopi, mempererat rasa syukur dan gotong royong di antara warga.

Tanaman Kopi di Kampung Adat Segunung dalam acara Wiwit Kipi 2025. (Foto: Apriani Alva)
Tanaman Kopi di Kampung Adat Segunung dalam acara Wiwit Kipi 2025. (Foto: Apriani Alva)

Menurut Ketua Adat Kampung Segunung, Supi’i, tradisi Wiwitan awalnya juga dilakukan saat musim panen padi dan berbagai tanaman di Kampung Adat. Namun kini, karena masyarakat lebih banyak menanam kopi, Wiwit Kopi menjadi agenda tahunan yang tetap lestari hingga saat ini.

“Wiwitan Kopi adalah tradisi turun temurun di Kampung Adat Segunung. Sebenarnya tradisi wiwitan ini bukan hanya untuk kopi. Dulu saat di sini banyak perani padi, tradisi wiwitan juga dilakukan saat awal musim panen padi. Namun saat ini, kebanyakan masyarakat Kampung Adat Segunung menanam kopi, sehingga tradisi Wiwitan Kopi menjadi agenda rutin tiap tahun,” ucap Supi’i.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Adat Segunung juga menjelaskan mengenai gunungan yang akan diarak usai pemetikan kopi pertama.

“Informasi semalam akan ada 4 gunungan hasil panen warga sekitar. Tadi padi kami mendapat kabar gunungannya akan bertambah menjadi 8. Bisa jadi saat arak-arakan dimulai, jumlah gunungan akan bertambah. Kami memang membebaskan siapa saja warga kampung segunung yang ingin berbagai syukur dalam acara ini untuk turut serta berpartisipasi,” ucap Ketua Adat.

Sementara Camat Wonosalam, Haris Aminuddin mengapresiasi gelaran Wiwit Kopi 2025.

“Tradisi Wiwit Kopi Kampung Segunung ini adalah budaya yang sudah berlangsung bertahun-tahun terakhir. Acara Wiwit tahun ini juga menjadi ajang gelar potensi UMKM Kampung Adat Segunung di Pendopo. Para pengunjung bisa mencicipi kopi dan susu gratis,” ucap pak Camat yang turut serta menikmati nasi tumpung.

Usai ritual utama, kemeriahan dilanjutkan dengan arak-arakan gunungan hasil panen. Gunungan-gunungan berisi sayur, buah, kue, hingga uang dibawa berkeliling kampung, dengan start dari RT 4 menuju Pendopo Balai Ageng Giri Kedaton.

Pawai ini dimeriahkan warga yang mengenakan pakaian adat, termasuk anak-anak dan ibu-ibu yang membawa parcel.

Arak-Arakan dalam acara Wiwit Kopi Kampung Adat Segunung. (Foto: Nury)
Arak-Arakan dalam acara Wiwit Kopi Kampung Adat Segunung. (Foto: Nury)

Sesampainya di pendopo, gunungan didoakan dan langsung diserbu warga serta penonton yang antusias. Momen rebutan hasil gunungan ini menjadi simbol pembagian rezeki dan berkah panen.

Acara Wiwit Kopi 2025 menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat Kampung Adat Segunung menjaga warisan budaya sambil menyemai kebersamaan.(*)

Baca Juga:

Penulis : Apriani Alva

Editor : Nury

Berita Terkait

Jombang Siaga Satu! 25.000 Dosis Vaksin PMK Dikerahkan Demi Amankan Stok Kurban Idul Adha
Cek Langsung ke SPBE, Polres Jombang Tegaskan LPG 3 Kg Tidak Langka
Banjir Carangrejo Mulai Surut, BPBD dan Dinsos Salurkan Bantuan dan Tangani Jalan Longsor di Plandaan
Sehari Pascabencana, BPBD Jombang Kirim Bantuan ke Korban Angin Kencang di Dua Kecamatan
Mobil Toyota Innova Terbakar di Mojoagung Jombang, Kerugian Capai Ratusan Juta
Hujan Angin, RSUD Ploso Jombang dan Atap Rumah Warga Rusak
Ratusan Pemudik Jombang Balik ke Jakarta Gratis! Dishub Siapkan Bus Eksekutif Nyaman
Biawak 1,5 Meter Masuk Rumah Warga di Mojoagung Jombang, Evakuasi Berlangsung Dramatis
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 06:45 WIB

Jombang Siaga Satu! 25.000 Dosis Vaksin PMK Dikerahkan Demi Amankan Stok Kurban Idul Adha

Jumat, 10 April 2026 - 17:42 WIB

Cek Langsung ke SPBE, Polres Jombang Tegaskan LPG 3 Kg Tidak Langka

Jumat, 3 April 2026 - 15:02 WIB

Banjir Carangrejo Mulai Surut, BPBD dan Dinsos Salurkan Bantuan dan Tangani Jalan Longsor di Plandaan

Rabu, 1 April 2026 - 15:11 WIB

Sehari Pascabencana, BPBD Jombang Kirim Bantuan ke Korban Angin Kencang di Dua Kecamatan

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:35 WIB

Mobil Toyota Innova Terbakar di Mojoagung Jombang, Kerugian Capai Ratusan Juta

Berita Terbaru

Politik & Pemerintahan

3 Bupati Kompak! Flyover Mengkreng Segera Dibahas, Solusi Macet Parah di Jatim

Kamis, 9 Apr 2026 - 15:13 WIB

Politik & Pemerintahan

WFH Jumat Resmi Berlaku di Jombang, ASN Dituntut Lebih Produktif dan Digital

Senin, 6 Apr 2026 - 15:56 WIB