JOMBANG. LintasDaerah.id – Kecelakaan tunggal terjadi di jalan Tol Jombang – Mojokerto (JoMo). Satu unit bus pariwisata mengangkut 36 penumpang, terguling hebat setelah menghantam pembatas jalan, Selasa (3/6/2025) dini hari.
Insiden yang bikin seluruh penumpang bus dibikin panik itu, terjadi di kilometer 701+800 B, kawasan Dusun Segunung, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.
Bus Nusa Bali nopol B-7350-VGA itu tengah dalam perjalanan jauh dari Bali menuju Cirebon, membawa rombongan penumpang yang sebagian besar sedang terlelap karena perjalanan malam.
Kepala Departemen Operasi Astra Infratoll JoMo, Zanuar Firmanto mengungkapkan, kecelakaan terjadi pada pukul 05.19 WIB, saat bus melaju di lajur dua dengan kecepatan sekitar 90 km per jam.
Cuaca di lokasi saat itu dilaporkan berawan dengan kabut tipis, cukup untuk menurunkan jarak pandang, namun tidak ekstrem.
Namun, kondisi sopir bus, Darwin (51), asal Bandung, diduga mengantuk berat dan kehilangan kendali atas kemudi.
Bus pun oleng ke kanan, melaju tak terkendali sebelum menghantam guardrail atau pembatas jalan, dan akhirnya terguling di bagian median tengah jalan tol.
“Dari analisa awal dan keterangan saksi di lokasi, dugaan kuat sopir mengantuk. Dalam hitungan detik, kendaraan sudah tidak bisa dikendalikan,” jelas Zanuar Firmanto.
Akibat kecelakaan itu, bagian depan bus mengalami kerusakan parah. Kaca depan pecah dan sebagian bodi kendaraan ringsek. Sebanyak 18 penumpang dilaporkan mengalami luka-luka.
Pihak kepolisian dan petugas tol yang tiba di lokasi kejadian, langsung mengevakuasi penumpang bus untuk mendapatkan pertolongan.
“Informasi awal ada sekitar 18 penumpang mengalami luka-luka. Untuk kerusakan aset jalan tol masih dalam tahap evaluasi sambil menunggu proses evakuasi kendaraan,” lanjutnya.
Sementara Kanit PJR Jatim 3 Ditlantas Polda Jatim, AKP Sudirman, menyatakan meskipun insiden tersebut cukup mengerikan, tidak ada korban jiwa.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Seluruh penumpang selamat. Kami juga telah melakukan olah TKP dan evakuasi kendaraan agar lalu lintas tol kembali lancar,” terangnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Namun dugaan sementara tetap mengarah pada kelalaian pengemudi karena mengantuk. Ini disebabkan karena faktor perjalanan jauh pada malam dan dini hari.
Editor : NUry






