LintasDaerah.id – Hari Raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban dan pembagian daging kepada masyarakat. Namun, setiap tahunnya, berbagai mitos seputar daging kurban bermunculan dan menjadi pembahasan menarik.
Rupanya berbagai mitos daging kurban telah berkembang di kalangan masyarakat, termasuk daging kambing membuat darah tinggi.
Bernarkah faktanya demikian? Berikut LintasDaerah.id merangkum 5 mitos daging kurban yang dilansir dari laman Baznas dan berbagai sumber.
1. Daging Kambing Bisa Obati Darah Rendah
Banyak yang percaya, mengonsumsi daging kambing bisa meningkatkan tekanan darah bagi penderita darah rendah.
Namun, hingga kini belum ada penelitian resmi yang membuktikan klaim tersebut. Meskipun daging kambing memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan daging sapi dan ayam, konsumsinya tetap harus dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan.
2. Daging Kurban Tak Perlu Dicuci
Sebagian orang beranggapan, mencuci daging kurban sebelum dimasak atau disimpan dapat menurunkan kualitasnya.
Padahal, menurut para ahli, daging hasil pemotongan hewan kurban tetap perlu dicuci untuk menghilangkan kotoran, kuman, atau virus yang mungkin menempel selama proses penyembelihan dan penanganan.
3. Pengidap Hipertensi Tak Boleh Konsumsi Daging Kurban
Penderita hipertensi sering kali menghindari konsumsi daging kurban karena khawatir akan meningkatkan tekanan darah atau kolesterol.
Namun, dengan pengolahan daging kurban yang tepat dan konsumsi dalam batas wajar, pengidap hipertensi tetap bisa menikmati daging kurban.
Disarankan untuk menghindari penggunaan santan, memasak dengan durasi lama, atau memanaskan daging berulang kali.
Selain itu, penting untuk tetap mengonsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur serta rutin berolahraga.
4. Ibu Hamil Tak Boleh Konsumsi Daging Kambing
Ada anggapan, ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi daging kambing karena dapat membahayakan janin.
Faktanya, daging kambing mengandung nutrisi yang baik untuk pertumbuhan janin, seperti protein dan zat besi.
Asalkan dikonsumsi dalam jumlah wajar, dimasak hingga matang sempurna, dan diimbangi dengan asupan makanan sehat lainnya, ibu hamil tetap bisa menikmati daging kambing.
5. Daging Kurban Harus Langsung Dimasak di Hari Itu Penyembelihan
Banyak orang percaya, daging kurban sebaiknya langsung dimasak di hari penyembelihan karena kalau disimpan, khasiatnya akan hilang atau jadi “tidak berkah”.
Faktanya, daging kurban boleh langsung dimasak, tapi juga aman disimpan, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat (misalnya dibagi dalam porsi kecil dan dibekukan dalam freezer).
Tidak ada aturan agama atau medis yang mewajibkan daging harus langsung dimasak. Justru menyimpan daging dengan baik bisa mencegah pemborosan dan mendukung konsumsi jangka panjang secara sehat.
Itulah 5 mitos daging kurban yang banyak beredar di masyarakat. Idul Adha tahun ini sebaiknya menikmati daging kurban dengan lebih bijak dan sehat.(*)
Baca Juga:
- Jombang Tegaskan Tidak Ada Kenaikan PBB-P2 Tahun 2026, Pemkab Siapkan Kebijakan Lebih Adil
- Optimalkan Potensi Siswa, 265 Guru di Jombang Ikuti Bimtek Deteksi Dini Inteligensi
- Warga Jombang Rayakan HUT Desa Karangdagangan ke-979, Ini Makna Ritual Piuning Sapta Tirta
Penulis : Apriani Alva
Editor : Nury






