NGANJUK, LintasDaerah.id – Di tengah rimbunnya hutan jati Pegunungan Kendeng, tersembunyi sebuah situs mistis yang menyimpan kisah cinta abadi dan dipercaya membawa keberkahan bagi pasangan suami istri.
Namanya Goa Margo Tresno, lengkap dengan Sendang Ubalan. Lokasinya, berada di Dusun Cabean, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Goa ini bukan sekadar tempat wisata alam biasa. Konon, lokasi ini menyimpan legenda asmara antara Raden Alip, seorang bangsawan Kerajaan Demak sekaligus murid Sunan Kalijaga, dan kekasihnya, Nur Siti.
Kisah cinta mereka begitu kuat hingga dipercaya “mengalirkan energi” kelanggengan bagi pasangan yang berkunjung ke Goa Margo Trisno
Tak heran jika banyak pasangan dari luar daerah yang datang khusus untuk “ngalap berkah” demi keharmonisan rumah tangga.
Ritual yang paling populer adalah bersemedi di dalam Goa Margo Trisno dan membasuh diri di Sendang Ubalan.
“Kalau mau rumah tangga langgeng, katanya harus mandi di sendang dan berdoa di dalam goa,” ujar seorang pengunjung dari Kediri.
Goa ini memang terasa sangat sakral. Di dalamnya gelap total, hanya suara kelelawar yang menggema dari lorong-lorong panjang.
Suasana yang sunyi dan magis ini dipercaya mampu membawa ketenangan batin, terutama bagi mereka yang sedang dalam konflik atau menginginkan kehidupan rumah tangga yang harmonis.
Konon, Raden Alip dan Nur Siti memilih bertapa di goa ini setelah hubungan mereka ditentang orang tua Nur Siti, yang bahkan hendak menjadikannya tumbal.
Mereka pun melarikan diri ke dalam belantara dan menemukan kedamaian di goa tersebut hingga akhirnya wafat dan dimakamkan tak jauh dari lokasi goa, di tempat yang kini disebut Makam Tlimah.
“Dari situlah nama Margo Trisno berasal. Margo berarti jalan, dan Trisno berarti cinta,” jelas Tasmijan, juru kunci Goa Margo Trisno.
Tak hanya soal cinta, goa ini juga menyimpan jejak sejarah yang mengaitkan dengan masa kejayaan Kerajaan Majapahit.
Menurut cerita warga, lorong dalam goa, dulunya digunakan sebagai jalur rahasia oleh pasukan Majapahit saat menghadapi pemberontakan Ranggalawe. Beberapa lorong bahkan dipercaya tembus ke wilayah Bojonegoro dan Tuban.
Menariknya, meskipun banyak orang luar datang mencari berkah, warga lokal justru menganggap goa ini biasa saja.
“Orang sini malah nggak percaya, yang percaya justru orang luar,” ungkap Suwanto, warga setempat.
Meski begitu, warga tetap menjaga kelestarian dan kesakralan tempat tersebut. Bahkan, pengunjung diimbau untuk tidak bertindak sembarangan atau melakukan hal negatif saat berada di kawasan goa.
“Kalau berbuat yang tidak baik di sini, bisa celaka,” ujar Tasmijan.
Selain Goa Margo Trisno, kawasan sekitar juga memiliki sejumlah goa lain yang saling terhubung, seperti Goa Bale, Goa Pawon, Goa Gondel, Goa Omah, dan Goa Landak.
Potensi wisata alam dan spiritual ini menjadikan daerah Ngluyu sebagai tempat yang unik bagi pelancong pencari ketenangan dan pengalaman mistis.
Tertarik mencoba wisata spiritual yang berbeda? Goa Margo Trisno mungkin bisa menjadi jawaban, terutama bagi mereka yang percaya bahwa cinta sejati butuh perjuangan, doa, dan tempat yang sakral. (*)
Baca Juga:
- Kaldera Ijen Raksasa: Hidup Ribuan Jiwa di Perut Wajan Raksasa
- Kebakaran Gudang Rongsok di Mojoagung Jombang Diduga Karena Hal Sepele, Ini Kronologinya
- Diduga Tabrakkan Diri ke Truk, Pria Asal Jombang Meninggal di Blimbing Malang
Editor : Nury






